Rabu, 13 Juni 2012

AIR SUMUR

SUMUR GALI BOR POMPA


 
Air (H2O) adalah anugerah untuk semua mahluk hidup terutama manusia air juga merupakan kebutuhan yang paling pokok dalam kehidupan kita sehari hari tapi tidak semua orang dapat menikmati air sebagaimana mestinya dikarenakan air yang kita miliki tidak begitu baik dan tidak layak konsumsi.
Di beberapa daerah memiliki air bersih sangatlah sulit yang pasti faktor lingkungan ditempat kita berdomisili terdapat kandungan zat besi dan mangan yang cukup tinggi umumnya terdapat pada kawasan yg dulunya berupa rawa.
Dimanapun anda berada untuk keperluan konsumsi, MCK dan lain hal pembuatan sumur bor atau sumur gali (bukan air PAM) akan menjadi kebutuhan utama di setiap rumah, namun tidak semua sumur memiliki karakteristik air yang memenuhi syarat kesehatan, yang pasti semua itu akan membuat anda jengkel, sebelum anda benar benar jengkel ada baiknya anda membaca sekilas info dari saya berdasarkan pengalamann dan referensi yang dapat dipercaya. Sebelum memulai dalam pembuatan sumur gali atau pompa sangat bijaksana apabila anda meneliti terlebih dahulu daerah seperti apa yang sekarang anda tempati, jika anda berada di daerah dengan dataran tinggi atau perbukitan umumnya sudah memiliki karakteristik air yang baik tapi tidak bagi anda yang bertempat tinggal di atas daerah yang dulunya pernah menjadi daerah resapan air atau rawa yang telah di timbun tanah, untuk mengantisipasi hal hal yang tidak di ingkan sebaiknya anda mengetahu dulu ciri ciri daerah yg memiliki air berkualitas buruk seperti berikut;
- berada di daerah pinggir pantai
- berada di pinggir sungai
- pernah menjadi daerah resapan air
- berada di dataran rendah
- daerah pertambangan bijih besi, mangan, timah dan logam lainnya.
- memiliki debet air tinggi pada kedalam 2-3 meter sudah dapat menampung air yang cukup banyak

Jika anda berada diwilayah seperti itu sebaiknya sebelum membuat sumur cek terlebih dahulu tingkat keasaman air (dapat menggunakan PH meter, 0<7>diatas 8, 7 merupakan nilai PH Netral sebaiknya air berada dikisaran itu) jika ingin pasti silahkan bawa ke lab di daerah masing masing untuk sampel anda bisa minta ke tetangga yg sudah memiliki sumur atau buat bor sedalam 8 meter untuk mengambil sampel air. air yang berkualitas buruk kebanyakan berada di antara 0 sampai 12 meter dari permukaan tanah.

Sekarang pada prakteknya saya anggap anda memiliki sumur berkualitas buruk dengan tingkat keasaman tinggi diatas 8 PH dengan fisik air berwarna merah, berbau dan keruh. jika seperti itu anda dapat mengambil keputusan untuk tidak membuat sumur dan mulai berlangganan air PAM
bagaimana jika didaerah anda belum ada jaringan PAM atau tetap menginginkan sebuah sumur? berarti ada baiknya anda mengikuti kiat kiat sederhana yang telah saya tulis ini;
1. Pastikan jarak sumur dengan lubang safetytank/ tempat pembuangan akhir tinja lebih dari 8 meter, supaya terhindar dari bakteri dan kuman
2. umumnya kualitas air sudah berada pada tingkat PH air yang netral jika sudah berada di kedalaman 12 meter lebih, jadi usahakan untuk memperdalam sumur karena. kandungan sulfur (belerang) dapat menetralkan tingkat keasaman air dan biasanya berada di kedalaman 20 meter lebih tergantung struktur tanah di daerah masing masing,

3. Air berkualitas buruk umumnya berada di antara 1 sampai 8 meter dari atas tanah memiliki kandungan asam yang tinggi (PH air diatas 8), cara mengatasinya buat dinding dengan batamerah atau gunakan gorong gorong didalam sumur dengan kedalaman minimal 12 meter, fungsinya sangat banyak: dapat menahan erosi tanah dari air, menahan air resapan dari atas tanah sehingga sumur terhindar dari masuknya air berkualitas buruk dari atas dan juga mempercantik tampilan sumur hehe...


4. Semen dengan diameter minimal 1 meter dari bibir sumur yang berguna sebagai penahan masuknya air dari luar disekitar sumur hal ini juga dapat memperindah penampilan sumur anda
5. Jika ingin menghindari bahaya tak terduga anda boleh menutupnya,tap jangan terlalu rapat usahakan sinar matahari dan udara dapat masuk. matahari dapat membantu untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri dan kuman di dalam sumur sedangkan udara juga dapat menetralisir zat asam yang berada di air.
6. Dan yang terakhir untuk memastikan kembali supaya air yang anda gunakan benar benar bagus/ layak pakai anda bisa menggunakan saringan air sederhana.









Jumat, 08 Juni 2012

prediksi siaran fta euro 2012


 
daftar prediksi siaran bola EURO 2012 FTA

buat yang nontonnya pake parabola silahkan dicoba mudah mudahan sampai final fta
kalo mw lebih lengkap klik link ini disini
namanya juga prediksi ada kemungkinan masih salah

channel yang berwarna biru masih fta
channel yang berwarna hitam dah di acak
Satelit
Posisi
Satelit
Nama
Channel
Freq,
Pol
Simbol
Rate
Vinasat 1
132.0°E
VTV 2
VTV 3
The Thao
HTV 7
HTV 9
3413 V
sda
3433 V
sda
sda
9766
sda
14800
sda
sda
Vinasat 1
(KU Band)
132.0°E
VTV 2
VTV 3
HTV 1 HD
HTV 7 HD
HTV 9 HD
11549 H
sda
11090 H
sda
sda
28500
sda
28125
sda
sda
ChinaSat 6B
115.5°E
CCTV HD
CCTV 1
4100 V
3840 H
27500
27500
Telkom 1
108.2°E
TV TL
3776 H
4285
Asiasat 3S
105.5°E
PTV Sport
BTV World
Feed
4106 V
3710 V
2894
11395
Asiasat 5
100.5°E
Feed
Insat 4B
93.5°E
DD HD
3725 H
27500
Thaicom 5
78.5°E
Thai TV 3
TV 5 Thailand
Modernine TV
3803 V
3906 V
3520 H
4551
6250
28125
Thaicom 5
(KU Band)
78.5°E
Thai TV 3
TV 5 Thailand
Modernine TV
12355 H
sda
12313 H
30000
sda
30000
Apstar 7
76.5°E
TVM/MNBC One
4030 V
6312
Yamal202
49.0°E
Rossiya 2
4156 L
10050





Dampak Penambangan Timah


Saya cuma ingin berbagi pengalaman kepada saudara, teman dan agan agan untuk mengenal secara singkat dan lebih dekat tentang Pulau Bangka dari sisi lingkungan dan kaca mata orang miskin khususnya di pulau Bangka

DAMPAK NEGATIF PENAMBANGAN TIMAH

salah satu kolong di pulau Bangka

Pulau Bangka dan Belitung, ketika mendengar nama kedua pulau ini sebagian besar orang Indonesia akan mengingat bahwa kedua pulau ini adalah daerah penghasil timah putih terbesar di Indonesia dan kedua di dunia hingga saat ini, dengan nilai harga jual yang tinggi membuat masyarakat Bangka juga orang orang dari luar pulau Bangka begitu berambisi untuk mengeruk keuntungan dari hasil penambangan timah. pelaku usaha ini bisa bermacam ragam suku, etnis dan agama mulai dari rakyat biasa sebagai usaha perorangan atau berkelompok hingga perusahaan besar swasta  termasuk perusahaan BUMN (PT.Timah berdiri sudah dari jaman Belanda cuuy..).
Pesatnya eksploitasi tambang timah ini sudah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda hingga pada tahun 2002 ketika pemerintah daerah memberikan jalan lebih mudah kepada warga setempat dan perusahaan swasta skala kecil  agar dapat ikut berpartisipasi dalam mengeksploitasi lahan pertambangan timah untuk memperbaiki perekonomian masyarakat bangka secara umum. Bagi masyarakat luas di Bangka mungkin ini adalah kabar gembira untuk mereka karena usaha ini sangat menggiurkan karena dengan waktu singkat dapat memperoleh keuntungan yang lumayan karna harga jual yang menjanjikan, dan hal itu masih berlangsung hingga kini
Seiring berjalannya waktu tanpa disadari oleh masyarakat bangka, pertambangan timah ini memiliki banyak dampak negatif terhadap masyarakat terutama lingkungan di pulau bangka entah itu penambangan timah darat atau penambangan timah laut hingga saat ini dampak negatif yang di berikan pada usaha bidang pertambangan ini sudah sangat jelas terasa seperti; adanya kolong, rusaknya ekosistem darat dan laut juga mempengaruhi psikologis masyarakat  Bangka walaupun yang satu ini belum begitu terasa

A.     Terbentuknya Kolong di darat,  bukan terbentuk dari alam seperti halnya danau danau di daerah lain namun itulah hasil akhir dari penambangan timah yang tidak terkoordinasi dan bersifat ilegal biasanya membuat pelaku usaha meninggalkan lahan yang mereka kerjakan karena sudah tidak produkti dalam bentuk kolong seperti seseorang yang sedang membuat kolam tapi dengan ukuran 10 sampai 1000 kali lebih besar dari kolam biasa, apa dampak yang terjadi dari pembentukan kolong ini;
·        kolong akan menampung air dari hujan atau dari daerah yang lebih tinggi namun tidak dapat mengalirkannya kembali kedataran rendah secara baik sehingga pada saat curah hujan meningkat air yang tidak dapat tertampung akan meluap ke pemukiman warga setempat dan infrastruktur lainnya contohnya seperti jalan akan lebih mudah rusak,
·        akibat genangan air di kolong dan sedikitnya habitat mahluk hidup di tempat tersebut membuat perkembangan nyamuk demam berdarah meningkat lebih banyak, ini telah dibuktikan dengan banyaknya jumlah penderita demam berdarah yang jumlahnya terus meningkat,
·        sumur gali milik warga yang kurang begitu dalam  akan sangat terganggu dalam hal volume air dan kualitas jika di sekitar sumur tersebut ada aktivitas penambangan timah, karna penambangan timah umumnya menggali tanah dengan kedalaman antara 8-20 meter,
·        kolong kolong dibangka memiliki sisa endapan logam dan lumpur yang dapat menyebabkan kematian bagi masyarakat setempat, karna , anak anak, remaja dan dewasa sering menggunakkanya sebagai sarana tempat bermain dan berenang. saat ini sudah banyak terjadi warga tenggelam dan meninggal di kolong,
·        memang keberadaan kolong ini sering kali dimanfaatkan warga sekitar untuk MCK sebagi pengganti sungai yang terkontaminasi, tanpa di sadari unsur mineral logam dan asam yang belum mengendap dapat menjadi racun dan memiliki tingkat radiasi yang tinggi hal ini juga bisa menjadi pemicu tingginya penderita kanker.

B.     Rusaknya Ekosistem di Darat, lokasi penambangan  dimulai dari bibir pantai hingga hutan produksi dan tidak sedikit hutan lindung/ konservasi menjadi target mereka entah itu dikerjakan secara legal ataupun ilegal, jadi sudah hampir setengah dari luas hutan di pulau bangka sekarang menjadi daratan pasir, membuat kayu jenis Garu, Meranti, seruk dsb menjadi sangat langka,
Saat ini efek global warming pun sudah sangat terasa di pulau Bangka, walaupun awalnya memang sudah terkenal panas lohh.
Pantai pantai yang dulu terlihat eksotis kini terlihat sangat memprihatinkan banyak yang memang diurus tapi juga tidak sedikit rusak dikarenakan adanya kegiatan penambangan disekitar pantai contohnya Pantai Rebo,


kegiatan usaha ini juga banyak menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) mengalami pendangkalan akibat dari sisa lumpur tanah yang dibuang ke sungai selanjutnya akan menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir, dan tidak sedikit pula berakibat hilangnya anak sungai  karena telah dibendung dan ditutup sebagai salah satu upaya dalam kegiatan penambangan ini.


C.     Rusaknya Ekosistem di Laut, Tak ada Kayu Karet Kayu Meranti Pun Jadi, seperti itulah keadaan pelaku usaha pertambangan di Pulau Bangka, didarat sudah sulit menemukan lahan yang berpotensi memiliki kandungan timah akhirnya mereka berhijrah ke laut (ini hanya dilakukan oleh perusahaan bermodal besar/kira kira memiliki nilai investasi diatas 5 miliyar rupiah,  untuk masyarakat kecil cuma gigit jari hehe..), dulu eksploitasi tambang laut dilakukan oleh PT.Timah dan Perusahaan swasta di bawah kendali PT. Timah di tambang dengan Kapal Keruk dan Kapal Hisap yang relatif jumlahnya masih kecil dan masih tertata dengan batas-batas yang telah ditentukan, namun sekarang jika kita memandang kelaut lepas dari sekeliling pantai di pulau bangka akan membuat kita sakit mata dan sakit hati, sepanjang mata memandang yang kita lihat hanyalah sekumpulan besar kapal-kapal hisap dan kapal keruk, keberadaan kapal kapal ini semakin tidak jelas apakah resmi atau tidak, yang pasti masyarakat kecil di Pulau Bangka tidak ikut menikmati sekaligus menghancurkan isi laut dalam hal ini.
Jika kita sedang bepergian melalui jalur udara dilihat dari atas udara sebelum kita melihat kolong yang dihasilkan di daratan Bangka terlebih dahulu kita akan menemukan pemandangan yang jauh lebih miris di sekitar lautan pulau bangka, laut yang seyogyanya berwarna biru di Pulau Bangka ternyata berwarna kelabu. Bagi kalian yang hobinya mancing dulu lautan Bangka menjadi salah satu referensi untuk memancing, kini jangan harap cape dech....
Akibat dari aktivitas penambangan laut ini juga telah menghancurkan begitu banyak terumbu karang dan membunuh habitat disekitar, akibatnya ikan ikan kecil pergi menjauh dari lautan Bangka yang dipastikan ikan ikan besar pun tidak akan lagi mau mampir di peraira laut bangka. Dampak dari aktivitas pertambangan laut juga telah dirasakan langsung oleh para nelayan Bangka, karena pendapatan mereka otomatis menjadi sedikit dan lokasi penangkapan pun menjadi lebih jauh untuk mengejar ikan yang telah pergi menjauh (mincing ikan dah susah tapi kalo mo mancingin kapal hisap sih mudah tapi kailnya juga mesti gede) .


D.     Hilangnya sebagian sejarah Bangka, dulu pulau bangka juga terkenal sebagai tempat singgah atau perniagaan dari bangsa china dan melayu itu terbukti dari banyaknya penemuan ratusan kapal karam berisi barang dagangan seperti perhiasan, guci, mangkok, piring dan lain sbg yang diperkirakan berusia ratusan tahun, sekarang semenjak laut bangka di eksploitasi secara besar besaran  menemukan sisa kerangka kapal saja sudah sulit karena telah ikut menjadi korban keganasan kapal keruk dan kapal hisap.

E.      Dampak Psikologis untuk Anak Cucu masyarakat Bangka, Saat ini mungkin anak cucu kita tidak begitu mengerti akan apa yang sedang dialami oleh bumi tempat ia berpijak dan lahir, karena bagi masyarakat Bangka kedepannya akan sangat sulit untuk mengenalkan nama nama jenis pohon dan mahluk air di sekitar pantai kepada anak cucunya kelak dikarenakan pohon tersebut sudah tidak dapat lagi tumbuh di tanah yang berpasir. Dampak dari pertambangan timah darat juga mengakibatkan masyarakat harus membangun rumah dengan kayu tidak berkelas seperti kayu Cempedak, Kelapa, Karet dsb, yang secara kualitas sangat mudah rapuh dan tidak tahan lama, karena kayu kayu tersebut umumnya sudah habis dibabat oleh alat-alat berat (PC) agar dapat lebih cepat membongkar isi perut bumi
Sebuah Pulau seperti Bangka yang dikelilingi oleh lautan  sudah seharusnya memiliki potensi dalam usaha pnangkapan ikan/nelayan, tapi itu dulu kini jumlah nelayan berkurang karena faktor ikan yang sulit dicari, biaya operasional yang membengkak karena harus menempuh perjalanan yang lebih lama dari biasanya, juga pemikiran nelayan merubah status pekerjaannya dari nelayan menjadi penambang timah laut. semua itu mengakibatkan naiknya semua harga jenis ikan dipasaran pulau Bangka, harga ikan pun sudah tak sebanding (jauh lebih tinggi) dengan nilai inflasi di propinsi Kep. Babel.


Cukup sampai disini dulu dah pusing seharian nulis artikel ini, saya mohon maaf jika artikel yang saya tulis terdapat kesalahan dan kata kata yang kurang tepat atau menyinggung suatu lembaga, perusahaan atau perorangan. artikel ini saya tulis untuk membantu membuka pikiran teman teman lain di pulau Bangka juga luar dan sebagai pencerahan terhadap apa yang terjadi sebenarnya di pulau Bangka. artikel ini dirilis berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya saja dengan beberapa sumber referensi lainnya.
di lain waktu artikel ini akan saya coba kembangkan lebih baik, saya ucapkan terimakasih jika saudara mau mampir dan memberikan comment sebagai  masukan untuk memperbaiki artikel selanjutnya, wsalam. By Noprianza.