Dunia broadcasting televisi
yang awalnya berkembang pada tahun 1930-an mengalami transformasi pada
sekitar tahun 1950 bersamaan dengan munculnya sistem televisi kabel (TV
kabel). Perkembangannya sendiri berjalan seiring dengan perkembangan broadcasting televisi.Bartlett
(1990:1) memberikan pengertian bahwa sistem TV kabel ialah pengiriman
sinyal televisi pada perangkat televisi rumah tangga melalui kabel.
Sistem ini juga dikenal dengan nama Community Antenna Television (CATV)
dimana kabel menjadi sarana penting untuk mentransmisikan sinyal
televisi dari suatu penyelenggara sistem ke sejumlah pelanggannya di
wilayah tertentu.
Keunggulan televisi sebagai perangkat
komunikasi modern yang bersifat audible (bisa didengar) dan visible
(bisa dilihat) - menggeser broadcasting radio
pada saat itu – semakin bertambah. Ia mampu merambah bumi seiring
dengan penemuan teknologi transmisi siaran seperti kabel koaksial, serat
optik dan satelit. Televisi kini menjadi media yang bersifat global.Saat
ini, sistem TV kabel telah dioperasikan di banyak negara. Amerika
Serikat bisa disebut sebagai pionirnya walaupun televisi baru datang ke
sana pada tahun 1939, lebih lambat daripada Jerman (1935) dan Inggris
(1936). Total jumlah pelanggan TV kabel di Amerika saja sudah mencapai
70 juta rumah tangga. Suatu angka yang sangat fantastis. Sementara lebih
dari setengahnya memiliki akses ke lebih dari 50 stasiun televisi.
Menyelenggarakan
layanan TV kabel terbilang efisien karena tidak memerlukan organisasi
yang besar serta biaya operasionalnya yang relatif rendah. Content-nya
juga beragam dengan segmentasi yang membentang di berbagai kalangan
usia. Pelanggan TV kabel dapat menyaksikan beragam program baik
informasi berita, olahraga, budaya, informasi bisnis, film, musik hingga
soal rumah tangga.
2. SEJARAH DAN FASE PERKEMBANGAN TV KABEL
2.1. Sejarah Perkembangan TV KabelSistem
TV kabel pertama kali berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun
1940-an, tepatnya di Pennsylvania. Saat itu sinyal siaran televisi
ditransmisikan melalui pemancar yang diterima oleh antena televisi.
Namun, transmisi sinyal ke pesawat penerima tidak dapat diterima dengan
baik terutama di wilayah pegunungan, lembah dan wilayah yang lokasinya
lebih jauh dari stasiun pemancar.
Lalu, dibangunlah antena besar
di suatu puncak gunung atau dataran tinggi. Kabel koaksial digunakan
untuk menghubungkan antena dengan pesawat televisi. Hasilnya, siaran
televisi dapat dinikmati oleh penduduk setempat. Hal yang sama juga
dimulai di bagian lain di Arkansas dan Oregon.
Pada tahun 1950-an
di Amerika saja sudah tersambung 14 ribu pelanggan TV kabel. Operator
TV kabel juga tidak hanya mampu mentransmisikan sinyal TV lokal saja,
namun juga mampu memberikan layanan program dari berbagai stasiun TV
lain di luar area operasinya. Transmisi siaran ke rumah-rumah penduduk
saat itu masih menggunakan kabel koaksial.
Tahun 1962,
sudah tercatat 800 sistem TV kabel yang melayani 850.000 pelanggan di
Amerika. Suatu perkembangan yang sangat pesat. Saat itu ada tiga
operator TV kabel terbesar yaitu Westinghouse, TelePrompTer dan Cox. Digitalisasi
jaringan dimulai pada tahun 1970-an. Pada tahun 1972, sebuah jaringan
stasiun pay-TV nasional pertama, Home Box Office (HBO) diluncurkan.
Penggunaan satelit untuk transmisi sinyal ke seluruh wilayah di Amerika
Serikat mulai menjadi bagian penting dari sistem TV kabel.Sistem
TV kabel juga mulai dikembangkan di berbagai negara. Di Belanda
misalnya, sudah ada sekitar tahun 1969. Saat itu beberapa wilayah lokal
membangun sistem TV kabel untuk meningkatkan kualitas penerimaan sinyal
televisi. Sistem TV kabel juga berkembang di negara tetangganya, Belgia.
Pengelolaan TV kabel dijalankan oleh pemerintah lokal setempat.
Di Inggris, meski berjalan lambat namun sistem TV kabel juga berkembang seiring dengan perkembangan dunia broadcasting televisi
di negara itu. Pada tahun 1999, tercatat 20 persen dari jumlah rumah
tangga di Inggris telah memiliki akses ke sistem TV kabel.Sementara
itu di Jepang, rencana pengembangan sistem TV kabel difokuskan pada
area permukiman di perkotaan. Namun pada tahun 1999, penetrasi sistem TV
kabel yang mencapai 20 persen justru lebih banyak di area permukiman di
pedesaan dan pegunungan.
2.2. Fase Perkembangan Sistem TV KabelTimothy
Hollins (1984:18-19) menjelaskan ada empat fase perkembangan sistem TV
kabel. Yang pertama ialah teknologi TV kabel digunakan untuk memenuhi
tiga kebutuhan yang mendasar, yaitu:
- untuk menerima sinyal siaran di tempat yang tidak terjangkau sinyal pemancar
- untuk meningkatkan kemampuan menerima siaran di tempat yang hampir tidak terjangkau sinyal, dan
- untuk mengurangi jumlah antena yang dipasang di atas rumah penduduk terutama yang bermukim di perkotaan dan area permukiman

Fase kedua ialah untuk mentransmisikan sinyal siaran televisi dari tempat lain yang jauh disamping transmisi siaran TV lokal.
Pada
fase ketiga, mulai adanya perhatian pada kapasitas saluran yang dapat
ditransmisikan oleh kabel, sehingga pelanggan TV kabel dapat menikmati
berbagai tayangan yang bervariasi.
Sedangkan pada fase
keempat merupakan pengembangan sistem dimana transmisi sinyal televisi
hanya merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh operator. Pada
fase ini operator TV kabel memberikan layanan lain misalnya homebanking,
homeshopping, data transfer, electronic mail hingga videophone.Teknologi
transmisi berada di belakang setiap fase, terutama teknologi kabel.
Dulu waktu pertama kali muncul, kabel koaksial digunakan untuk “membawa”
sinyal dari antena ke pesawat televisi. Lalu digunakan kabel serat
optik. Belakangan kombinasi antara kabel koaksial dan serat optik atau
disebut Hybrid Fibre–Coaxial (HFC) juga sudah mulai digunakan.
Penggunaan kabel HFC memungkinkan kapasitas channel yang lebih banyak
dan adanya transmisi dua arah sehingga pelanggan dapat menerima dan
mengirim data lewat jaringan TV kabel.
3. SISTEM KERJA DAN APLIKASI JARINGAN TV KABEL
3.1. Sistem Kerja TV KabelSistem
TV kabel dalam Hollins (1984:12) terbagi menjadi dua yaitu sistem
Master Antenna Television (MATV) dan Community Antenna Television
(CATV). MATV digunakan untuk melayani transmisi sinyal siaran televisi
ke suatu area tertentu misalnya apartemen atau kompleks perumahan.
Sedangkan CATV digunakan untuk melayani transmisi ke area yang lebih
besar misalnya suatu kota dimana terdapat sejumlah besar rumah tangga.
Ada
lima komponen utama dalam suatu konsep sistem jaringan TV kabel yaitu
headend, trunk cable, distribution cable (yaitu kabel yang membentang di
suatu area permukiman), drop cable (yaitu kabel yang dipasang pada
suatu unit rumah tangga) dan perangkat terminal elektronik seperti VCR,
modem dan lain-lain.

Pusat
operasi transmisi disebut headend. Headend ini menerima sinyal dari
stasiun televisi lokal maupun satelit, kemudian diproses dan
ditransmisikan kepada pelanggan melalui kabel.
Dengan teknologi
baru, cable modem atau modem kabel menjadi salah satu perangkat penting.
Modem kabel ialah perangkat yang menghubungkan jaringan TV kabel
sehingga pelanggan dapat menerima dan mengirim data.
Instalasi jaringan TV kabel pada suatu unit rumah tangga digambarkan sebagai berikut:

Ada
dua struktur jaringan TV kabel yang banyak diterapkan. Yang pertama
tree and branch system. Pada sistem ini, sinyal ditransmisikan sepanjang
trunk cable melalui cabang-cabang dan sub-sub cabang. Setiap pelanggan
menggunakan converter / decoder yang berfungsi untuk memilih frekuensi.
Perangkat ini dipasang diantara jaringan kabel dan perangkat televisi.

Sistem
ini kurang ekonomis karena harus tersedia perangkat decoder yang mahal.
Sistem ini juga memiliki keterbatasan potensi seandainya ada
fitur-fitur tambahan di masa mendatang.
Sementara itu, pada
struktur jaringan yang kedua - yaitu switched-star system – sinyal
didistribusikan melalui trunk cable dari headend ke sejumlah local
center (hub). Di sini terdapat router yang dapat memperlancar lalu
lintas transmisi jika suatu waktu sistem terganggu. Transmisi dari
headend ke local center menggunakan kabel serat optik. Kemudian,
transmisi diteruskan ke district center yang mengubungkan sekira 1.000
pelanggan. Transmisi menggunakan kabel koaksial. Dari sini transmisi
diperluas menjadi beberapa bagian yang menghubungkan antara 150 hingga
300 pelanggan. Amplifier atau booster digunakan untuk memperluas sinyal.

Sistem
ini memiliki beberapa keunggulan antara lain performance yang lebih
baik dan pemeliharaan yang lebih efisien. Sistem ini juga bersifat
adaptable dan fleksibel jika suatu waktu dilakukan upgrade dan
penambahan fitur-fitur lain. Pada sistem tree and branch, setiap rumah
harus terdapat amplifier sedangkan pada sistem switched-star terjadi
pengurangan sejumlah amplifier. Teknologi kabel serat optik juga lebih
mudah diterapkan pada sistem ini.
Karena sistem TV kabel
menggunakan kabel sebagai sarana transmisi, maka bandwith menjadi hal
yang penting. Bandwith adalah lebar frekuensi band pada suatu transmisi
sinyal. Semakin besar bandwith suatu kabel maka semakin banyak informasi
yang dapat ditransmisikan. Jadi, semakin kompleks informasi akan
semakin besar kebutuhan bandwith pada kabel untuk mentransmisikannya.
Umumnya
televisi membutuhkan kabel yang dapat mentransmisikan data minimum 100
Mbps (mega byte per second). Di bawah ini adalah kebutuhan bandwith dari
masing-masing bentuk layanan.
3.2. Teknologi Hybrid Fibre-Coax (HFC) dan Modem KabelKabel
HFC merupakan teknologi baru dalam sistem jaringan TV kabel yang
merupakan kombinasi antara kabel koaksial dan kabel serat optik. Kabel
ini tersusun atas simpul-simpul optik yang mampu menghubungkan 1.000
pelanggan. Penggunaan kabel HFC memungkinkan transmisi sinyal channel
televisi yang lebih banyak serta kemampuan transmisi dua arah dimana
pelanggan dapat memanfaatkan layanan internet dan interactive-TV (i-TV).
Untuk
itu, sebuah instrumen baru yaitu modem kabel diperlukan untuk mengakses
content layanan multimedia dalam suatu jaringan TV kabel dengan
kecepatan tinggi. Modem merupakan singkatan dari modulator-demodulator.
Modulator berfungsi menerjemahkan data dari digital ke analog sehingga bisa ditransmisikan, sedangkan demodulator sebaliknya menerjemahkan data dari analog ke digital. Kecepatan akses modem kabel berkisar antara 3 hingga 56 Mbps. Di
bawah ini adalah tabel perbandingan kecepatan akses modem kabel dengan
modem jenis lainnya untuk mengakses sebuah image sebesar 1 Mb.
Transmisi melalui modem kabel adalah yang paling efisien. Jika dibandingkan dengan ISDN (Integrated Service Digital Network) 64 Kbps untuk mengakses image sebesar 1 Mb saja kecepatan aksesnya bisa 100 kali lebih cepat.Sedangkan jika masing-masing modem mengakses suatu klip audio atau video sebesar 5 Mb dengan durasi sekira 1,5 menit, maka kecepatan transmisinya adalah sebagai berikut:
3.3.Aplikasi sistem TV kabelSistem
TV kabel terutama dengan menggunakan teknologi kabel HFC memungkinkan
tersedianya berbagai bentuk layanan. Telah disinggung di bagian awal
mengenai fase perkembangan sistem TV kabel, bahwa saat ini merupakan
fase keempat perkembangan dimana transmisi sinyal siaran televisi hanya
merupakan salah satu layanan dari sejumlah layanan yang diberikan kepada
pelanggan.
Selama 24 jam nonstop pelanggan selain disuguhi
tayangan dari puluhan stasiun televisi baik lokal dan internasional,
juga dapat menikmati fasilitas / layanan lainnya seperti akses internet
melalui komputer dengan kecepatan tinggi. Melalui internet – cukup
dengan mendaftarkan diri ke salah satu ISP (Internet Service Provider) -
pelanggan dapat menjelajah world wide web, chatting dan mengirim
e-mail. Melalui fasilitas i-TV, pelanggan dapat melakukan chatting antar
pelanggan TV kabel, mengirim SMS ke telepon seluler dan bermain games
interaktif.
Untuk kepentingan bisnis, pelanggan dapat mengirimkan
data-data dalam kapasitas yang besar kepada kliennya. Melalui sistem TV
kabel, seseorang juga dapat bekerja di rumah. Hasil pekerjaan
seluruhnya dapat ditransfer dari rumah ke kantor atau tempat dimana ia
bekerja.
Berkaitan dengan pendidikan, seorang siswa dapat
mengakses sumber-sumber yang berkaitan dengan topik yang ia butuhkan
secara lebih efisien. Aplikasi TV kabel tidak hanya diterapkan di rumah,
namun juga di sekolah. Para guru dapat memperoleh sumber yang lebih
bervariasi. Layanan informasi umum yang disediakan content provider juga
bermanfaat bagi pelanggan. Pelanggan dapat mengakses informasi mengenai
ramalan cuaca, informasi tagihan-tagihan, informasi perbankan, daftar
alamat atau direktori hingga informasi produk-produk baru dari suatu
retailer.
Banyak keuntungan yang diperoleh melalui sistem TV
kabel. Untuk melanggannya juga relatif terjangkau apalagi jika dikaitkan
dengan sejumlah fitur dan layanan yang yang diberikan.
Namun
begitu, ada pula kelemahan aplikasi sistem TV kabel. Diantaranya wilayah
ketersediaan yang terbatas karena tidak semua wilayah bisa dijangkau
oleh sistem ini. Bagi operator penyelenggara sistem, investasi untuk
pembangunan infrastruktur kabel masih sangat mahal.
Gatot Tri R.
dari berbagai sumber